Google

Tips Usaha Sampingan – Bisnis Rumahan Untuk Ibu Rumah Tangga

Written on:November 20, 2012
Comments are closed

Tips Usaha Sampingan - Bisnis Rumahan Untuk Ibu Rumah TanggaUsaha sampingan ibu rumah tangga sudah banyak dikenal orang sejak dulu dengan berbagai produk barang maupun jasa yang dihasilkan. Bisnis rumah tangga ini ada karena sebagian besar orang masih berpikiran untuk mendirikan usaha yang lebih mapan dan layak dibutuhkan modal besar dan tempat sesuai dengan usahanya itu. Memang alasan tersebut ada benarnya tetapi seiring dengan perkembangan jaman bisnis rumah tangga bisa menjadi besar tanpa “harus” mengeluarkan modal besar serta tempat khusus untuk berjualan.

Efisiensi dalam menjalankan bisnis sekarang ini lebih mudah diterapkan karena dibantu oleh kemajuan teknologi. Manfaat yang bisa didapatkan dengan menggunakan teknologi tidak saja untuk kalangan pelaku bisnis skala besar tetapi juga bagi usahawan kecil seperti halnya bisnis rumah tangga. Oleh karena itu pelajari, pahami, dan manfaatkan sebesar-besarnya teknologi sekarang ini guna memperlancar usaha yang dijalani tersebut agar menjadi bisnis yang menguntungkan

Usaha Sampingan Ibu Rumah Tangga
Seperti yang pernah saya tulis beberapa waktu lalu mengenai usaha sampingan bagi ibu rumah tangga ternyata banyak menarik perhatian beberapa pengunjung inginbisnis.com. Diantaranya menanyakan tips hingga jenis usaha apa yang sekiranya cocok dikerjakan di rumah.

Sebenarnya tidak begitu rumit untuk memilih suatu usaha sampingan yang bisa dikerjakan dirumah terutama bagi para ibu rumah tangga. Bakat dasar dari seorang wanita adalah memasak, menjahit, dan lain-lainnya yang bisa menjadi modal untuk menjalankan usaha sampingan. Itu baru “skill” dasar, belum lagi keahlian lain yang bisa dimanfaatkan seperti membuat kerajinan, menulis, menggambar/melukis, dan masih banyak keahlian lain berdasarkan bakat masing-masing individu.

Efisien Dalam Pemasaran Produk
Pemasaran produk yang dihasilkan juga bisa diawali dari proses yang paling sederhana yaitu menjual kepada orang-orang disekitarnya seperti saudara, tetangga, dan teman. Setelah dirasa mampu menghasilkan produk lebih banyak lagi proses selanjutnya memasarkan lebih luas lagi dengan menawarkan pada orang lain dengan berbagai teknik seperti memanfaatkan peluang seperti pada waktu arisan, perkumpulan, bahkan acara-acara lain baik sifatnya resmi maupun santai.

Cara-cara “kuno” diatas tidak seharusnya ditinggalkan karena sebagai manusia memerlukan komunikasi dalam situasi dan konsisi interaksi langsung. Nah setelah proses itu dirasakan sudah mencukupi bahkan harus membuka peluang penjualan lebih luas lagi anda bisa memanfaatkan teknologi seperti internet untuk membantu pemasaran produk. Sebagai ibu rumah tangga jaman sekarang tentu saja sudah mengenal internet dan tidak begitu gaptek untuk berinteraksi dengan orang lain melalui media sosial seperti situs jejaring sosial kan?

Manfaatkan Media Internet Untuk Pemasaran
Situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, tagged, dan sejenisnya banyak digunakan orang untuk mempererat pertemanan serta mencari teman baru sebagai usaha memperluas pergaulan sosial lewat dunia maya. Walaupun dengan pertemanan seperti itu tidak lepas dari efek negatif tapi kita harus mencari sisi positif dengan tidak sekedar hanya berteman dan berteman.

Manfaatkan media sosial yang banyak bermunculan di internet untuk memasarkan produk yang dimiliki, karena hal itu menyangkut efisiensi biaya dan waktu. Sebagai ibu rumah tangga tidak mungkin menghabiskan waktu hanya untuk memasarkan produk sedangkan waktu utama mengurus rumah tangga lebih penting.

Tips Pemasaran Online
Ada seseorang beberapa waktu lalu mengirim surat elektronik kepada saya dan mengaku sebagai ibu rumah tangga muda, beliau menanyakan detail tentang memasarkan produk bikinan sendiri di internet. Artikel dibuat sekaligus untuk menjawab beberapa pertanyaan termasuk dari si ibu muda tersebut yang salah satunya tentang pemasaran online.

Pemasaran produk barang maupun jasa di internet tidak selalu harus mempunyai website tersendiri yang notabene ada biaya untuk itu. Saya ambil contoh produk kerajinan tangan anyaman, anda cukup mengambil foto dari beberapa sudut gambar yang menarik tiap satu item barang. tampilkan tiap produk itu di situs jejaring sosial yang dimiliki disertai dengan keterangan mengenai produk tersebut secara detail. Jangan lupa sertakan juga perkiraaan berat barang tersebut karena jika berurusan dengan pembelian online pasti menggunakan jasa pengiriman paket.

Jika anda mempunyai produk barang yang bervariasi jangan menampilkan dalam satu waktu secara bersamaan, selain mengganggu juga terkesan tidak profesional. cukup 1-2 produk saja yang ditayangkan pada setiap harinya agar teman-teman anda yang melihat bisa lebih fokus melihat dan mempertimbangkan apakah perlu membeli atau tidak.

Publikasikan produk itu secara berkala dan jangan hanya terpaku pada situs-situs pertemanan saja tetapi manfaatkan juga forum-forum online karena disana banyak sekali penggunanya baik aktif maupun pasif (silent reader)

Waktu yang diperlukan untuk melakukan pemasaran online tidak perlu lama, cukup beberapa jam sesuati dengan kebutuhan, selebihnya anda bisa mengerjakan aktifitas rutin rumah tangga. Nah kalau sudah melakukan cara tersebut otomatis perlu manajemen waktu yang cerdas dan bijaksana agar tidak terjadi “korupsi” waktu secara berlebihan hanya untuk beraktifitas di depan komputer saja.

Kisah Sukses Bisnis Rumahan
Saya pernah membaca satu kisah menarik bahwa ada seorang ibu rumah tangga di suatu negara maju selain merawat anaknya yang masih kecil aktif menulis artikel pada blog pribadinya. Artikel-artikel yang ditulis seputar pengalamannya sebagai ibu rumah tangga serta berbagi pengalaman dalam merawat anak. Pembaca blog pribadinya banyak dan terus semakin bertambah bahkan datang dari berbagai penjuru dunia. Hal itu dimanfaatkan dia dengan memasang beberapa gambar hasil kerajinan tangannya itu dan memang terbukti laku. Hasil dari pemasangan iklan di blog serta penjualan kerajinan tangannya sudah bisa dikatakan  besar karena melebihi pendapatan bulanan keluarga.

Perlu anda ketahui bahwa si ibu itu hanya meluangkan waktu sekitar lebih kurang 1 jam setiap harinya setelah itu kembali menjalankan pekerjaan utamanya sebagai seorang istri bagi suaminya dan ibu bagi anak-anaknya. Dari kisah pendek tapi nyata itu saya berharap dapat memotivasi para ibu rumah tangga bahwa melakukan aktifitas lain yang menguntungkan bisa dijalankan sambil mengerjakan aktifitas sehari-hari di rumah.

Mungkin bagi sebagian dari pembaca disini masih kurang banyak dan detail mengenai kiat menjalankan usaha sampingan bagi ibu rumah tangga, tetapi saya meyakini dengan tips yang kurang itu anda bisa mengembangkan bahkan menemukan cara-cara lain yang lebih baik lagi. Jika anda punya pengalaman menarik tentang usaha sampingan atau bisnis rumahan silakan berbagi pengalaman dengan saya serta para pembaca blog inginbisnis.com.

Sorry, the comment form is closed at this time.

Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.